Monday, October 10, 2016


"Nanti akan ada sebuah kondisi dimana kemarau berkepanjangan dan semua orang kesulitan untuk makan. Hingga saking sulitnya masa itu sehari diibaratkan setahun. Hingga muncul pertanyaan darimana mereka bisa bertahan? Mereka bertahan dengan Tasbih dan Tahmid"

Kami menyebutnya generasi Tasbih dan Tahmid. Generasi ini nanti akan tercipta di saat saat akhir peradaban.

Kemudian yang menjadi pertanyaan bagaimana mereka bisa menjadi orang-orang itu. Kita bisa mengetahui bahwa keimanan bukanlah sesuatu yang bisa dipersembahkan secara tiba-tiba. Pasti keimanan yang terlahir dari sikap mereka adalah dampak dari latihan yang panjang. Proses pendidikan yang mendalam. Sikap mereka itu pastinya bukan hanya tercipta karena paksaan keadaan.
Tetapi itu memang tentang keimanan yang bicara. Tentang jiwa jiwa yang terbebas dari hawa nafsu. Sehingga terwujudlah pribadi-pribadi yang hawa nafsunya bisa mereka injak dibawah kaki mereka sendiri.

Maka entah siapa generasi ini. Generasi akhir zaman. Dimana keimanan dunia bergantung pada mereka. Dimana cinta pada Rabb dipertaruhkan pada generasi mereka.

Inilah mereka generasi Tasbih dan Tahmid.

Entah siapa mereka. Entah kapan mereka akan tiba. Entah mereka telah terlahir atau belum. Entah mereka sedang di didik atau bagaimana. Entah kapan mereka akan memperlihatkan dirinya.

Dan pasti mereka akan membuat indah catatan sejarah. Karena keimanan mereka.

Siapakah mereka?



Saturday, October 8, 2016


Sepertinya aku sudah lama tenggelam di dalam dunia yang sudah kubuat
Aku baru sadar bahwa aku berada di dunia tempat para penghujat
Dan juga tempat para penyemir sepatu yang menjilat
Atau tempat dimana berkumpulnya para penjahat

Mungkin sangat jelas  terihat
Dimana orang-orang yang terlihat berbuat
Itu hanya untuk menginjak-injak yang lain dan menghinakan oknum yang ingin mereka buat sebagai para penjahat
Ada juga para bangsat
Atau orang-orang yang ingin di anggap terlaknat
Ada juga senyuman senyuman para keparat
Yang menghiasi semua tempat
Memang bangsat para keparat

Aku juga melihat para anjing yang berkata ibarat manusia
Atau manusia yang terlihat seperti anjing yang menganga?
Ada juga iblis iblis yang sibuk dengan proyek proyek akbar mereka



Aku baru sadar bahwa dunia ini bukan tempat orang yang mencari makna yang hakiki
Apalagi sibuk berfilosofi
Semua orang hanya sibuk mencari harga diri
Padahal tak sadar mereka menginjak harga diri manusia yang tak mampu berdiri


Ohhh diri ini
Aku benar benar baru tercerahi
Tak mungkin meminta orang lain akan mengerti
Dan juga benar benar peduli
Apalagi berharap dikasihani


Memang layak dikatakan babi
Karena sudah tak peduli lagi lumpur atau tanah yang suci

Entah apa yang sebenarnya yang terjadi
Aku masih berharap diri inilah yang salah mengerti

Tolong ajarkanlah tentang negeri ini

Ciangsana, 8 Okteber 2016


Thursday, October 6, 2016



“Ku pandangi langit maka kutemukan jalan untuk mengenal Mu
Ku pandangi lautan maka kutemukan jalan untuk mengenalmu
Aku amati kesempurnaan tubuhku kutemukan kuasa Mu
Kualihkan pandanganku ke segala penjuru maka kutemukan banyak jalan untuk mengenalMu
Maka firman Mu  menjadi saksi perjalanan ku dalam pencarian untuk mengenal Mu
Maka hatiku menjadi saksi bahwa aku telah membuka nya seluas-luasnya untuk menerima kebenaran” 


**
Daya upaya Salman Al- Farisi pun tercuat di dalam pikiranku. Bahwa hidayah tak ditemukan berserak di jalan. Tetapi harus diperjuangkan. Perjalanan dari Persia bukanlah perjalanan yang dekat. Merasakan menjadi budak pun telah dirasakan olehnya. Itulah perjalanan pencarian kebenaran. Kegemilangan dunia ditinggalkannya untuk mencari dimana kah Tuhan sebenarnya.
Persia dan madinah adalah jarak yang harus dia tempuh karena telah membuka hatinya untuk mengenal siapa penciptanya. Dijadikan budak adalah pilihan yang harus dia terima untuk menempuh jalan untuk mengenal siapa sang pencipta.
Akhirnya Muhammad  yang mendatanginya membawa hidayah padanya. Melihat ciri-ciri kenabian yang ada pada manusia yang datang ke madinah itu membuatnya langsung beriman tanpa menunggu waktu. Dan tanpa ragu.
Itulah jalan para pencari kebenaran. Itulah jalan untuk mencapai fitrah kita sebagai manusia. Itulah jalan para pecinta.


**

Wahai para pencari hidayah bukalah hatimu untuk mengenalnya. Dan benarkan dengan hatimu yang terdalam maka akan kau temukan di islam itu semua ada. Sebermula dari hati yang bersih dan terbuka untuk menerima kebenaran. Dan hati membenarkannya. Dan beriman pada akhirnya. Hingga iman itu menancap dalam ke dalam hati sehingga status terus meningkat hingga mencapai ketakwaan. Semoga para pencari hidayah diistiqomahkan.

Wednesday, October 5, 2016


Aku menyaksikan dengan jelas parade bisu itu terlewat di hadapan peradaban manusia
Parade bisu itu melantangkan dengan kuat bahwa mereka ada di tengah manusia
Dengan semangat yang berkobar

Peradaban kemanusiaan yang telkahir terus bergulir
Mempersiapkan banyak hal
Tak akan tau apa yang akan  terjadi setelah ini
Parade bisu tadi berkembang semakin pesat dan semakin pesat
Tetapi mereka masih bisu
Tak perlu hingar bingar

Dengan sandaran yang kuat mereka bergerak
Dengan panji yang kokoh berkibar diantara mereka

Kemudian aku melihat mereka berjalan dengan gagah
Dan dengan bangga mereka menyusuri peradaban dan tak mati

Mereka kuat dan sangat kuat hingga duri duri yang mereka injak tak mengindahkan mereka terus berjalan

Terkadang arus begitu kuat
Tetapi langkah mereka tak pernah berhenti

Parade bisu itu terus menyusuri peradaban
Entah sampai kapan ini usai

Tak ada yang paham
 Dalam pikiran mereka, “Yang penting mereka terus berjalan”

Dan tak akan mati


Pilihan nya hanya peradaban ini usai atau tidak

Monday, October 3, 2016



Saat membuka buka album lama yang sudah usang. ternyata menemukan sebuah foto yang cukup fenomenal pada zamannya. ya mungkin ini saya. Beberapa kali saya memandangi berulang-ulang. Apakah benar-benar saya? Ternyata benar apa adanya.

Dilihat dari ekspresi nya. Mungkin terlihat bahagia. kemudian coba saya mengingat kembali ke masa masa itu. Ternyata tak begitu banyak momen bahagia yang tersimpan di dalam memori.

Kemudian saya berpikir sejenak. 

Ternyata kebahagiaan di dapat bukan karena mendapatkan sesuatu. Kebahagiaan itu ada di tengah-tengah perjuangan. Untuk sesaat memberikan angin-angin kesegaran. Agar kita kembali lagi untuk melangkah.





Sunday, October 2, 2016



Sampai kapanpun kau tak akan bisa membuat semua manusia menyukaimu.

Daripada sibuk membuat manusia menyukaimu lebih baik sibuk berbuat agar Allah menyukaimu.

Saturday, October 1, 2016



"Maka shalat lebih baik daripada tidur"

Terdengar sayup-sayup tetapi tegas Allah memanggil hambaNya

Udara dingin bercampur dengan air wudhu memberikan sapaan yang menawan

Shalat sunnah fajar membangunkan
jiwa jiwa manusia dan memberikan tenaga

Kemudian Allah memberikan karunia, waktu-waktu yang apabila berdo'a akan dikabulkan

Disisi lain masih ada yang tertidur dengan lelap

Jiwa jiwa mereka menangis karena tak mendapatkan haknya

Tangisan mendalam para jiwa jiwa ahli maksiat terdengar sungguh sangat menyakitkan

Sungguh di balik kesulitan terdapat kemudahan

Masjid Nurul Irfaan, UNJ
1 Okt 2016