Wednesday, July 30, 2014



Cinta dan Karunia
Kebahagiaan itu bukanlah milik sendiri
Kebahagiaan tercipta atas kesadaran bagaimana mengartikan dan mengilhami kejadian
Kebahagiaan bukan tercipta karena banyanknya harta
Tetapi karena lapangnya dada


Cinta pencipta kebahagiaan
Kebahagiaan yang banyak, memberikan karunia
Ingat! Semua cinta, kebahagiaan, dan pemberinya
Hanya Rabblah pencipta itu semua

Karena itu bahagialah terhadapbapa yang dimiliki sekarang
Merasa cukup adalah kekayaan hati yang paling utama
Dan selalu merasa lapang dan longgar

Miqdad Ramadhan, 05 Juni 2013

5 Tahun Kegelapan Hidupku | #CahayaLiqo

 

      Namaku adalah Miqdad Ramadhan. Sebuah do’a dari orang tua ku agar aku bisa menjadi seperti sahabat nabi yang bernama Miqdad ibn Amr. Ketika aku mencari tahu tentang sahabat yang satu ini aku menangis. Kenapa tidak,  seorang sahabat yang bahkan dititipkan salam cinta dari Allah SWT melalui Rasulullah SAW. Begitu berat tanggung jawab ku atas nama ini. Dan juga aku terlahir disebuah bulan yang paling mulia yaitu bulan ramadhan sehingga begitulah asal usul namaku. Miqdad Ramadhan. Lalu bagaimana dengan hidupku?
   
       Dalam pandanganku tak ada yang special dari hidupku. Mungkin aku di karunia oleh Allah SWT dengan kecerdasan di atas rata-rata anak biasa. Ketika SD rangking 1 dengan mudah aku dapati. Ketika SD mungkin akulah murid yang paling sering diajukan oleh guru-guru untuk dijadikan perwakilan dalam perlombaan antar sekolah. Ketika SD mungkin aku memiliki semua kemampuan yang didambakan oleh orang tua terhadap anaknya. Tapi itu semua tak berlangsung lama .
   
     Ketika kelas 6 SD aku pindah sekolah. Awalnya aku tinggal di daerah Padang, kemudian kami sekeluarga pindah ke daerah Cibubur. Semuanya berubah saat itu . Kegamanganku akan ibu kota Indonesia merusak arus aman hidup. Ketika itulah aku mulai “melihat dunia”. Aku mulai menjadi liar bahkan orang tua ku pun tak bisa mengaturku. Aku menganggap diriku bebas. Aku menganggap inilah diriku tak ada yang bisa mengaturku.
    Saat itulah sifat terburuk yang seharusnya tidak dimiliki seorang hamba muncul yaitu “sombong”. Sifat yang bahkan membuat iblis menjadi makhluk paling tersesat. Sifat terburuk yang bahkan membuat seseorang tak bisa masuk ke dalam surgaNya . Kecerdasan ku membuat aku menjadi menyepelekan banyak hal. Bahkan sering kali berdebat dengan guru tentang pelajaran.
       Bukan hanya itu aku pun terbawa arus-arus lingkungan. Awalnya dimulai dengan sering bermain game online. Lama-lama aku mulai mencoba merokok. Bahkan pulang malam sudah menjadi biasa. Pacaran pun sudah ku coba. Ini berlangsung 5 tahun. Aku menyebutnya 5 tahun kegelapan dalam hidupku.
    Tapi Alhamdulillah mungkin berkat do’a orang tuaku aku terjaga dari minum-minuman beralkohol walaupun sudah banyak teman-temanku (sekarang aku berpikir mereka mungkin bukanlah teman) yang mabuk di depan mataku bahkan mengganja di depan mataku. Dan mungkin juga berkat do’a orang tuaku aku tidak pernah melakukan hal yang tidak-tidak dengan wanita.
     Nah, pada suatu saat, ketika aku menginap dirumah seorang temanku, Abi (bapak ku) datang mengetuk pintu. Entah tau darimana dia rumah temanku ini. Dia datang dengan berjalan kaki. Dia menyuruh ku untuk datang ke liqo (dari kecil sebenarnya aku pernah di ikutkan bersama teman-teman abi) dengan terpaksa aku ikut dengan imbalan 20 ribu.
   Pada pertemuan pertama liqo tidak ada yang special. Minggu kemudian aku mengajak teman yang dirumahnya aku menginap. Dengan mudah dia mau, “teman yang luar biasa” . Akhirnya setiap minggu kami rutin datang ke liqo. Tanpa terasa hidup ku mulai berubah jalur. Ketika di sebuah bulan Ramadhan aku iktikaf ketika itulah hidayah datang. Tindakan paling mengejutkan yang aku lakukan adalah menyudahi hubungan dengan pacarku. Banyak sebagian teman-teman ku yang menertawakan ku karena ketika mereka bertanya apa alasan aku menyudahi hubungan dengan pacarku aku menjawab : ”Takut pada Allah”. Sudah lah aku tak memikirkan kata-kata mereka.
       Kemudian satu persatu teman di kelas aku ajak untuk liqo bersama ku. Nah ketika inilah banyak cobaan kesabaran yang aku hadapi. Ada yang banyak alasan. Bahkan ketika teman yang pertama kali aku ajak itu sakit aku hanya berdua dengan seorang anak kader. Bertiga dengan Murabbi. Semakin lama aku menjalani ini semakin ringan akhirnya ada 5 orang teman sekelasku yang ikut liqo.
        Nah, suatu saat aku pun berpikir bagaimana kalau aku membina adik kelas ku. Aku pun bertanya pada seorang Bu guru (guru yang luar biasa) : ”Bagaimana kalau aku membina adik kelas ku bu?”. Dia menjawab dengan antusias “Wah bagus itu”. Akhirnya perjuangan baru di mulai. Cobaan bagaimana mengajak orang. Bagaimana mengumpulkan adik kelas. Tapi semuanya berkahir manis. Kini di sekolahku ada sekitar 6 kelompok mentoring. Yang putri di pegang oleh kakak ku. Dan yang putra dipegang oleh aku dan teman-temanku (kali ini teman yang sebenar-benarnya). Perjuangan kami pun terus berlanjut sampai saat ini.
   Begitulah cerita perjalanan hidupku. Aku pun terus belajar  dan belajar. Do’akan kami-kami ini bisa menjadi pewaris negri ini. Bisa menjadi perubah Negara ini menjadi lebih baik. Menjadi “Agent of Change”. Do’akan kami generasi muda ini selalu di berikan hidayah agar bisa melanjutkan perjuangan ini.

Miqdad Ramadhan , Minggu 24 Maret 2013
http://www.pkspiyungan.org/2013/03/5-tahun-kegelapan-hidupku-cahayaliqo.html
Pagi yang menghadang begitu indahnya. Mungkin memang pagi ini adalah waktu-waktu terbaik untuk berkhidmat. Tak banyak orang yang bisa menikmati keindahannya. Dengan sedikit alunan yang indah. Kemudian mengarahkan pandangan pada dunia yang ada di hamparan. Dan berpikir berapa tahun lagi aku bertahan di dunia ini. Dan juga berapa tahun aku bisa bersabar dan selalu bersyukur di atas bumi Allah ini. Pikiran-pikiran yang selalu mengelantung di dalam saraf-saraf otak. Uhh.. entah jadi apa aku nanti. Terus berharap ingin menjadi sesuatu yang berarti. Tidak ada seorangpun manusia yang bisa memastikannya. Maka dari itu manusia membutuhkan Allah sang pemberi harapan. Maka jangan pernah berhenti berharap karena harapan itu kan selalu ada.

Perlu di ketahui lagi bahwa keajaiban tidak diberikan pada orang-orang yang duduk-duduk saja. Bertindaklah dan berusaha dan teruslah berharap maka keajaiban itu akan muncul di hadapan kita. Maka pengharapan itu menjadi hal yang tak boleh hilang dalam hati-hati kita. Begitu sombong apabila tak berharap. Libatkan Allah dalam segala tindakan kita. Maka Allah akan melibatkan diriNya dalam permasalah kita. Maka bersyukurlah kita terlahir dalam keadaan islam. Dan menjadi salah satu orang yang tak pernah henti berharap.

Bukanlah alam terbentang di depan mata kita bukti kekuasaanNya maka “Nikmat mana lagi yang kau dustakan?” dan disinilah kita berdiri di salah satu wilayah yang menjadi syurga bagi dunia. Di negriku Indonesia. Yang bahkan istilah orang “batu dan kayu jadi tanaman”. Beruntungnya kita. Maka teruslah berharap untuk kejayaan di negri ini. Dan diberikan pemimpin yang benar-benar memikirkan rakyatnya. Mungkin itu diawali dengan pribadi-pribadi kita menjadi baik. Kemudian menyebarkan kebaikan dan menginspirasi. Hingga virus-virus kebaikan itu menjadi menyebar dan banyak orang terinspirasi. Kemudian terjadi perbaikan massif dimana-mana. Maka apabila sudah banyak orang baik di suatu negri hingga Allah mencintai negri itu maka dengan sendirinya akan muncul pemimpin terbaik. “Maka apabila Allah telah mencintai suatu negri maka Allah akan menjadikan sebaik-sebaik manusia sebagai pemimpin di antara mereka”.

Dan teruslah berharap daripada sibuk mencemooh dan menyalahkan banyak orang, apa salahnya mulai memperbaiki mulai dari diri kita sendiri. Saya pernah mendengar lirik sebuah lagu “Mula diri, keluarga, sahabat masyarakat, dan Negara” memang dimulainya harus dari sesuatu yang kecil.

Kita lihat bukti dari sebuah pengharapan Rasulullah, bahkan di saat beliau ke thaif dan dihinakan disana. Dan kemudian mendapatkan penawaran yang indah dari malaikat untuk melumatkan kaum yang ada di thaif. Tapi lihat kekuatan pengharapan beliau. Beliau hanya mengatakn “ Jangan, mereka hanya belum mengetahui”. Maka implikasinya kita lihat saat kondisi Rasulullah telah wafat dan banyak pemurtadan terjadi. Kemudian kaum yang ada di thaif tetap istiqomah di jalan Allah. Dan Melakukan penguatan terhadap pemerintahan Khalifah Abu Bakar RA

Maka jangan pernah hilangkan harapan dari hati kita. Apabila sudah hilang harapan dari hati kita maka siap-siap lah menjadi seonggok daging yang berjalan di atas bumi. Ada tapi sebenarnya sudah mati. Maka bangkitkan semangat kita. Dan usahlah memperkarakan hal yang tidak penting. Karena masih banyak urusan yang harus di kerjakan. Kencangkan semangat, dan balut dengan asa yang tak henti. Hingga ini diakhirkan oleh yang Maha akhir. Wallahua’lam
#PercikanCahaya
Miqdad Ramadhan
30 Juli 2014
Berkarya dan Bercahaya

Berawal dari perjuangan-perjuangan kecil dan kemudian menghasilkan hal-hal besar. Saya ingin mengatakan kepada kalian semua beruntunglah menjadi orang-orang yang mau berjuang. Karena saat ini bangsa kita sudah miskin akan mental para pejuang. Pragmatis menjadi basik karakter masyarakat saat ini. Jadi wahai para pejuang-pejuang pada masanya. Mulai busungkan dada kalian dan banggalah menjadi para pejuang dan kemudian bermanfaat bagi orang lain. Karena kebermanfaatan kita akan menjadi titik balik bagi keberuntungan untuk kehidupan kita sendiri. Dan hidup tanpa garis kehinaan.
Kemudian hal yang ingin saya katakan adalah " kuliah bukan tempat dimana kita menikmati kemenangan. Tapi tempat dimana kita bisa berlari lebih kencang" . Banyak paradigma yang salah menurut saya tentang dunia perkuliahan. Anak-anak SMA atau yang setara menjadikan tempat kuliah mereka sebagai "prestige" bagi diri mereka sendiri. Dimanapun kita berada jadilah berlian meskipun di dalam selokan sekalipun. Maka dari itu kata perjuangan adalah keharusan.
Dunia saat ini menantikan kontribusi kita semua. Mulailah bergerak dan berkarya dimanapun posisi kita. Baik sebagai anak, sebagai mahasiswa, sebagai seorang kakak, apapun itu tetaplah berkaraya. Tetapi janganlah menghasilkan karya-karya egois. Yang hanya bermanfaat untuk diri sendiri. Tetapi ciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi orang banyak. Karena bayaran dari kebermanfaatan kita bukan pada materi pada akhirnya, tetapi kebahagiaan. Dan kebahagiaan adalah barang langka pada saat ini
Mulailah bergerak sesuai dengan keahlian dan hal yang kalian sukai. Tetapi jangan lupa ketika bergerak kita harus berlandaskan keilmuan yang jelas. Jangan melakukan sesuatu denagn sporadis dan tak berdasar. Karena sesuatu yang dilakukan tanpa ilmu hanya menghasilkan kebinasaan. Maka dari itu hiasi lah diri kita dengan ilmu, dan harus cepat mengambil hikmah dan kemudian mengimplementasikan nya. " Ilmu adalah pengikat harta " maka dari itu marilah kita bergerak dengan kefahmuan yang jelas. Dan jangan men judge orang lain. Fokuslah pada diri kita sendiri.
Dan hal terakhir yang harus diperhatikan adalah niat yang ikhlas. Hadits tentang niat diletakkan diurutan pertama oleh Imam Nawawi dalam kumpulan hadits arba'in nya. Begitu pentingnya niat dalam kehidupan ini. Niat harus karena Allah swt dan sesungguhnya setiap amal-amal yang kita lakukan akan tertolak apabila dalam salah dalam berniat. Terus perbarui niat kita. Karena perjuangan akan terus berlangsung. Tinggal kita yang memilih akan menjadi orang yang bertindak atau menjadi orang-orang yang tertinggal.
Tetap semangat :D #PercikanCahaya
Miqdad Ramadhan, 28 Juli 2014


Tuesday, July 29, 2014

     
Keindahan dalam Kesunyian

       Dibalik temaram api senja yang berdenyut, aku memandang dan terpaku pada dunia yang sepi seolah kehampaan menjadi corak asli baginya.Di dalam gegap gempita dan hingar bingarnya dunia, ternyata di balik semua ini akhirnya adalah sebuah kesepian. Menurutku siapa yang tidak siap menahan beratnya kesepian maka ia takkan mampu hidup menerjang dalam keramaian. Mungkin kata-kata cinta menebar sedemikian indahnya di hadapan mata kita, tetapi tetap kesendirian adalah basiknya
   
     Maka terlalu congkak apabila pribadi ini adalah orang yang terlibat dalam keramaian. Hentakan-hentakan kesunyi menyengat sekali baunya. Apabila tak kuat menahan baunya, maka takkan mampu mencium harumnya keramaian. Tak mampu menahan kesendirian, maka meskipun dalam keramaian maka akan tetap merasa sendiri. Dan keluh kesah akan menjadi teman perjalanan hidupnya.

Maka tak ada lagi kata menunggu
Maka teruslah bergerak meski dalam keadaan sunyi
Mungkin tanpa sadar keramaian akan menolong untuk mengukir sejarah di lembar-lembar baru ini

#PercikanCahaya

18 Juli 2014
 Miqdad Ramadhan 

Saturday, March 23, 2013



 Bismillahirrahmanirrahim

Saya akan sharing sedikit tentang iman..
Nah iman ini terbagi ter aplikasi akan 3 hal

Yang pertama, Iman itu Iqroul bil Lisan maksudnya adlah di ucapkan dengan lisan kita. Sebagai contoh kita untuk menyatakan islam harus bersyahadat. Dan dalam islma juga banyak do'a-do'a yang bisa dilantunlan.

Yang kedua, Iman itu , Tasdiqun bil Qalb maksudnya adalah membenarkan dengan hati. Inilah kunci akan iman . Bersumber dari hati, dan setiap hal bersumber dari hati. Seperti yang kita tau Innamal a'malu binniat . Semuanya ini tergantug dari niat kita.

Dan yang terakhir adalah, Amalun bil Jawarih maksudnya ber amal dengan tubuh ini. Nah disini dapat kita ketahui bahwa iman itu harus di aplikasikan dalam perbuata nyata. Seorang yang beriman pasti memiliki akhlak yang baik. Dengan kasat mata dalam sekejap bisa kita lihat mana orang yang beriman dan tidak melalui akhlaknya . Tak mungkin seseorang yang beriman memiliki akhlak yang buruk karna dia selalu berusaha menjaga akhlaknya

Begitulah islam, kita harus melakukan nya dengan menyeluruh ..

Sekian..
Wassalam

Sunday, December 23, 2012

Abi kau adalah Murabbi ku yang paling utama
Abi kau adalah cahaya yang menerangi jalanku
Berkat do'amu jalan2 Allah terlihat olehku
Berkat do'amu aku terbangun dan tak terbawa arus dunia

Abi kau adalah pembatasku
Pembatas dari kemusyrikan
Abi kau adalah ketenanganku
Karena kau selalu memberikan peringatan2
Abi kau pemberi was was
Karena kau selalu mengingatkan akan bahaya dunia
Abi kau memberi takut
Karena kau mengajarkan agar selalu takut kepada Allah
Abi kau adalah kekhawatiran
Karena aku akan khawatir bila tanpa bimbingan mu

Abi wajah mu adalah cahaya ku
Abi senyummu adalah semangatku
Abi marahmu adalah lecutanku
Abi ketenangan mu adalah qudwah ku

Siapkah aku tanpamu?
Selalu terngiang di telingaku ketika kau bernyanyi
"Jika ayah bunda telah pergi , kamulah pembela agama dan bangsa"
Apakah aku sudah siap atas itu abi?
Sebagai pembela agama dan bangsa
Tunjukkanlah aku jalan nya Abi
Sungguh dengan petunjuk mu aku akan berusaha