Tuesday, August 9, 2016

Kami Sudah Tak Gelisah

Banyak yang berkata apabila ingin melakukan perubahan maka harus ada kegelisahan yang mendalam di dalam hati

Hingga kegelisahan itu membersamai hingga merasakan sangat sesak

Sehingga pemilik kegelisahan itu pun bergerak mencari kenyamanan

Tetapi tampaknya kini sangat sedikit yang gelisah

Apakah keadaan memang sudah membaik, atau…

Yahh. Kami sudah terburu-buru menikmati ini semua

Kami terlanjur merasa nyaman dengan semua ini

Yaa kami sudah tak merasa gelisah lagi

Makanya perubahan tak kunjung kembali

Yaa kami sudah tak merasa gelisah lagi


 

Friday, June 24, 2016

Hidupilah Hidup Ini










“Jangan menghidupi diri sendiri karena hidup bukan hanya hak yang hanya dimiliki oleh diri kita sendiri. Itu yang saya pelajari di dalam kehidupan ini.”

Kehidupan ini begitu berarti. Definisi hidup menurut masing-masing insan sangat berarti. Intinya semuanya ingin hidup. Dalam kondisi apapun. Bahkan prang yang ingin bunuh diri pun sebenarnya ingin hidup. Tarikan nafas itu menjadi sangat menarik apabila kita rasakan. Di dalamnya mengandung seribu makna dari kehidupan itu sendiri.

Kemudian kehidupan ini menjadi tak menarik hanya untuk diri sendiri. Manusia begitu banyak. Dan begitu banyak pula yang perlu diperbaiki. Maka janganlah kita hanya menghidupi diri ini.
Andaikan semua hanya sibuk dengan dirinya. Maka tak akan kehidupan dalam makna yang sebenarnya. Semua hanya di isi dengan kepentingan yang tak berarti.

Tak ada asa disana..
Tak ada cinta disana..
Tak ada perasaan disana..
Tak ada saling memahami disana..
Tak ada persaudaraan yang sejati disana..
Tak ada pengorbanan disana..
Tak ada tangisan haru disana..

Maka hidupilah dunia ini dengan kehidupan yang bermakna. Dengan apapun yang kita punya. Tak harus sempurna

-          Miqdad Ramadhan

Wednesday, June 22, 2016

Menanti Dia dengan Penuh Cinta

“Maka kita semua menanti Pemuda dengan semangat yang membara. Dan berusaha realisasikan dalam diri kita Kalau memang bukan kita. Paling tidak kita pernah berjuang”

                Pelatihan Mahasiswa tingkat Universitas di Universitas Negeri Jakarta yang biasa dikenal dengan PKMUNJ pada tahun ini mengambil tema Pemuda yang di Rindukan Bangsa. Maka panitia PKMUNJ 2016 dengan percaya diri mengambil tema ini. Dan mari kita menanti pemuda ini dengan penuh cinta.

                Cinta adalah kata kerja. Bukan kata pasif. Ini bukanlah penantian yang dilakukan tanpa usaha. Dengan ini maka mahasiswa UNJ dengan bangga menanti “dia” dengan penuh semangat yang membara. Salah satu perwujudan nya adalah dengan PKMUNJ 2016 ini. Baik sebagai panitia maupun sebagai peserta.

~Pada PKMUNJ part 1 hari pertama panitia mengambil sebuah tema diskusi yaitu “Manajemen isu & opini publik”. Ini adalah sebuah materi yang membuka mata bahwa kita memang harus bergerak. Kenapa? Hal ini akan diajawab oleh pembicara yan merupakan mantan ketua BEM UI M. Tri Andika. Spiral of silence. Ini adalah salah satu istilah yang disampaikan oleh pembicara. Sebuah fenomena dimana keadaaan minoritas sebuah argumentasi yang akhirnya terdiam.

                Melihat keadaan media yang ada di Indonesia saat ini maka jangan sampai sebuah kebenaran sampai terdiam. Dan kita sebagai mahasiswa yang memiliki idealisme adalah instrumen yang paling bertanggung jawab agar kebenaran terus bersuara. Tidak terdiam!

~Pada PKMUNJ part 1 hari kedua panitia mengambil tema diskusi yaitu “ Rekayasa Sosial” dengan mengundang seorang pembicara yang kerap muncul di media sosial kita, Jonru Ginting. Pembicara menyampaikan bahwa untuk berpengaruh tak perlu menunggu kita memiliki jabatan.

Tak bisa kita pungkiri untuk merekayasa sosial perlu memiliki softskill dan instumen lain baik lewat tulisan-tulisan, ide-ide atau memang perlu menjadi penguasa. Maka sebagai mahasiswa yang sedang menunggu sosok yang dirindukan adalah peran yang luar biasa yang menjadikan sosial yang ada di Indonesia menjadi lebih baik.

~Pada PKMUNJ part 1 hari ketiga, mengundang  Mosses Caesar Assa, S.Pd, M.Sc. Di awali dengan menonton film Pearl Harbour. Karena di dalam film ini bisa kita lihat gerakan-gerakan intelijen. Karena tema yang dibawa terkait counter intelligent.

Disini kita bisa membuka mata bahwa semua kejadian-kejadian besar yang ada di Dunia ini tidak hanya terjadi secara kebetulan. Tetapi memang ada goal berupa kepentingan dari masing-masing pemilik kekuasaan.

Pembicara yang juga merupakan Komisi I DPR RI, bidang Pertahanan dan Intelijen. Dari pembicara bisa kita mendapatkan ilmu dari sumber yang memang mengetahui keadaan dunia dalam sisi keintelijanan.

Kemudian menjadi pertanyaan terakhir bagi kita. Kapan kita bisa berhenti menunggu pemuda tersebut? Sehingga bangsa taklagi mengalami kerinduan yang mendalam.

Sampai kapan?

Sampai kita telah siap!

Mari persiapkan diri kita, seandainya tidak paling tidak kita pernah berjuang!

#PemudaYangDiRindukanBangsa
#PKMUNJ2016

-Miqdad Ramadhan, Teknik mesin 2013
                

Wednesday, June 1, 2016

Kejayaan

Kejayaan mungkin sudah tak erat lagi kami genggam
Tetapi diantara mimpi yang telah kami ukir menyaksikan bahwa ini akan tiba
Sejalan dengan harapan harapan yang telah tercipta

Menyisakan cacian dan ketidakmungkinan
Yang dimunculkan oleh manusia manusia lainnya
Tapi inilah jalan yang telah terukir
lebih panjang dan lebih menyulitkan
Lebih lebar dan lebih menyakitkan

Inilah dia yang dulu aku harapkan
Hingga disaat terwujud aku ternyata sedikit ketakutan untuk menerimanya

Inilah dia diantara harapan yang menyisakan harapan dan cinta

Saturday, April 30, 2016

Kami Menunggu

Terkadang aku terlelah
Di balik gemintang yang memperhatikan bahwa aku bersembunyi di dalam kelelahan ku yang mendalam
Karena itu aku menulis
Mencari nikamatnya dunia
Karena semakin aku merasakannya semakin menyesakkan saja dunia ini

Teman sejati terkadang datang dengan hujatan
Atau yang terkadang kita sangka adalah sahabat ternyata hanya tempat tertawa dan bergai canda
Bukan yang benar-benar siap merasakan

Tapi aku sadar betul bahwa inilah kehidupan yang harus aku hadapi
menghadapi pahitnya
menikmati manisnya
menjadikan nya ada
diantara banyak bunga yang diharapkannya tetap ada dan terus memberikan wangi yang bermanfaat bagi semua

kemudian apakah masih ada harapan bagi kelelahan ini untuk menghilang menjauh
menghadapi segalanya dengan kelelahan berat, sungguh berat
apalagi ditambah menghadapi sesuatu yang kita tau lemah sekali dalam hal itu

inilah manusia yang ada diantara penantiannya

karena hidup dasarnya hanya tentang penantian untuk menunggu kematian



Dunia Melemah


Kemudian barisan pemikiran menghampiri dunia yang saat ini sudah melemah. Kenapa melemah? Karena dunia saat ini tidak mengambil kekuatan terkuat. Manusia semakin sombong memperlihatkan dirinya sendiri. Berdiri diatas keadaannya. Sedangkan mereka adalah kelemahan itu sendiri. Sedangkan kekuatan yang sebenarnya mereka telantarkan ditengah kesempitan yang melanda.
Itulah kenapa saya menyebut dunia ini lemah

Lahaula wala Quwwata illa BilLah
Tiada daya upaya selain kekuatan dari Allah

Allah yang Maha kuat. Dan menjadi sumber kekuatan. Itulah kenyataannya, tetapi manusia mulai tak sadar itu semua. Kemudian menghamburkan dunia nya. Dan berjalan seakan merekalah yang paling berdaya. Kemudian membuat penilaian-penilaian nya sendiri tentang dunia.

Saya katakan sekali lagi bahwa ini adalah kematian yang akan menyambut manusia. Kemudian dengan bangganya manusiaitu mencampakkan orang-orang beriman. Seakan mereka adalah sampah bagi zaman.

Inilah kita saat ini sudah tak acuh lagi. Kemudian menginjakkan keimanan dibawah kaki kita. Dan berjalan mengelilingi dunia dengan kepala terangkat. Sedangkan hati kita hitam legam karena tercemar oleh noda-noda dunia.

Kemudian kamu masih mau berkata apa?

Sedangkan Allah sudah kita gadaikan dengan citra dari mata manusia. Dan tak lagi mendekat kepadanya. Inilah kenapa dunia semakin dan semakin melemah.

Kemudian kamu masih mau berkata apa?

Sedangkan kekuatan itu tak kita ambil. Kita biarkan, dan tak mendekat kepada sumber kekuatan. Ya Allah betapa sombongnya kami.

Maka ambillah kekuatan kita dengan cara mendekati Sang Sumber Kekuatan
Kemudian dari sana kita berangkat untuk menguatkan Dunia


Saturday, April 2, 2016

Antara Cinta dan Bahagia


Tahun ketiga ku mengikuti acara TER sungguh memberikan dampak yang luar biasa. Cinta yang semakin mendalam. Dan melihat kesungguhan di mata para peseta menjadikan bara yang kadang redup menyala semakin, bagai matahari pagi, cerah tapi tak terik. Cahaya yang menyejukkan.

Menyaksikan kalian menjadikan langkahku semakin cepat. Dan aku merasakan bahwa perubahan bangsa ini bisa dipercepat. Mengapa? Karena memang awal dari perubahan itu bias diawali dari pendidikan. Siapa yang tidak memperhatikan pendidikan. Maka siap-siap saja akan menjadi orang yang terbelakang.

Percayalah rekan-rekan baruku bahwa dunia ini masih bertahan baik karena masih ada orang yang memperhatikan pendidikan. Andaikan semua sudah tak peduli maka sudah sejak lama dunia ini hancur. Dan terpuruk di dalam keterbelakangan.

Coba kita berpikir lebih dalam lagi. Maka akan kita temukan bahwa disetiap bait perjuangan. Maka akan kita temukan orang-orang yang bertahan di belakang layar untuk menjaga kualitas manusia. Dan aku berharap bahwa kita adalah orangnya.

Saya yakin dan percaya bahwa kita dipertemukan di TER ini bukan karena kebetulan. Tetapi memang ditakdirkan kita dipertemukan untuk berbagi cinta dan kebahagiaan. Karena dunia akan menjadi hambar tanpa cinta. Dan dunia akan menjadi gelap gulita apabila setiap manusia salah mengartikan kebahagiaan.

Maka cinta adalah pergerakan
Maka Kebahagiaan adalah perjuangan

Hidup Pendidikan Indonesia!!


-Miqdad Ramadhan, Kapten Eduwa Garda 7