Kuatkan Dasar dan Berkarya



Kuatkan Dasar dan Berkarya

            Saat ini terjadi fenomena yang cukup menyedihkan yaitu ketika umat muslim berislam tetapi malu dalam melaksanakannya. Ada yang perlu dipertanyakan pada setiap hati-hati muslimin. Keadaannya sekarang kita sebagai muslim mengalami kekhawatiran, terlalu inferior. Dan pandangannya semakin melemah. Seakan pemikiran orientalis, liberalis, sekuleris, dan lain-lain di anggap lebih ilmiah dan bahkan di pandang lebih bisa dijadikan patokan sebagai dasar dalam pemikiran. Sehingga seringkali kita sebagai umat muslim menjadi bingung dalam bersikap. Padahal seharusnya dalam setiap kondisi kita harus jelas dalam bersikap.
            Dalam fiqhul mauqid (fiqh bersikap) dijelaskan bahwa hal yang harus menjadi dasar kita dalam bersikap harus sesuai Al-qur’an dan sunnah. Dan kemudian ketika kita salah dalam bersikap maka jangan terbiasa melakukan pembenaran. Karena melakukan pembenaran hanya menghasilkan hal-hal munkar lainnya.
            Dan hal yang paling disayangkan saat ini adalah jiwa kita terpenjara dan tidak menjadi orang yang Hurriyah (merdeka). Harus kita pahami bahwa kemerdekaan itu berarti bermakna tidak terikat keadaan terhadap manusia. Dan tidak ada ketaatan kepada manusia kecuali karena ketaatan kepada Allah. Maka oleh karena itu pemikiran manusia jangan dijadikan landasan dalam berpikir. Karena itu menyebabkan kita terpenjara
            Kemudian ingin saya jelaskan bahwa hal yang paling berbahaya adalah ketika mindset (dasar) dalam kita berpikir sudah terjajah. Sehingga seringkali mindset kita sudah terkontaminasi dan sudah tidak murni lagi. Maka kurang kuat pondasi ini menyebabkan kita menjadi lemah dan tak berdaya. Sehingga ketika di dalam perang kompetensi saat ini yang berwujud ghazwul fikr kita menjadi lemah dan tak memiliki kekuatan yang kuat. Jadi ketika kita diserang dalam pemikiran kita tidak bisa melakukan counter attack.
            Maka dari itu saat ini umat muslim harus mulai melangkah. Dan mulai menyusun batu-batu pondasi kekuatan. Jadi dalam tahap penguatan yang harus kita lakukan pertama kali adalah menguatkan mental dan percaya bahwa islam lah yang paling benar. Setelah mental kita yang kuat kemudian kita bangun dengan meningkatkan keilmuan . Maka setelah keilmuan kita kuat jangan lagi menjadi tim yang bertahan. Maka siap-siaplah untuk menyerang. Karena pertahan terkuat itu sendiri adalah menyerang. Maka ketika kita menyerang pemikiran islam pun menjadi tersebar dimasyarakat dan menjadi dasar pemikirannya.
            Mukmin yang kuat lebih dicintai daripada muslim yang lemah. Karena sekarang sudah memasuki perang kompetensi, maka dari itu apabila ingin menjadi mukmin yang kuat mindset berpikirnya. Dan itu harus dilandasi dengan cara mencintai ilmu dan pemahaman yang kuat atas segala sesuatu. Dan memiliki hasrat dalam menimba ilmu. Kemudian setelah itu mulailah menjadi solusi bagi umat.
Kemudian kita harus menanyakan pada diri sendiri. Apakah kita yakin apakah islam adalah kebenaran?  Apabila telah yakin buat apa menunggu-nunggu lagi. Mulai menerapkan sistem islam dalam kehidupan kita. Apabila sudah menegakkan syariat islam di dalam hati-hati kita maka syariat islam akan tegak dengan sendirinya di dunia.. mulai kita lihat kembali konsep-konsep islam, maka kan kita temukan keindahan yang luar biasa. Begitu sempurna dan membawa ketenangan. Dimulai dari islam yang sangat menghargai ilmu hingga penerapan karakter yang sangat komprehensif kedalam jiwa.
Coba kita perhatikan apabila kita memiliki kesalahan dalam mindset berpikir. Maka ini akan menambah kembali list-list permasalahn yang harus kita hadapi. Maka seringkali kita terjadi miss konsepsi terhadap satu muslim dengan muslim yang lain. Dan ini menyebabkan perpecahan yang berkepanjangan. Salah satu fenomena yang harus kita hadapi adalah terlalu sering menyalahkan. Kuat sekali menyalahkan teman sesame muslim. Tetapi ketika dihadapkan dengan barat kita menjadi orang yang legowo.
Permasalahan masalah selanjutnya adalah krisi pola pikir . Maka sebagai masyarakat kita seringkali sulit menerima hal-hal yang baru kita dengar. Jadi ketika ada ijtihad baru dari ulama kita sulit sekali menerima.
Jadi setiap permasalahan itu berawal dari salahnya dasar pemikiran kita. Pondasi yang lemah menyebabkan perpanjangan masalah yang terus menerus menghasilkan permasalahan baru. Apabila kita tidak segera bertindak maka permasalah baru akan terus muncul. Dan kita hanya sibuk dengan masalah internal sesama muslim. Padahal tanpa kita sadari pemikiran-pemikiran barat semakin menyebar. Bahkan ke dalam dunia pendidikan.
Adik-adik kita, anak-anak kita diajarkan dengan pola pendidikan yang salah. Bahkan buku-buku tentang sistem pendidikan islam sulit sekali kita temukan di toko buku yang tersebar. Untuk memperlihatkan luar biasanya islam coba kita perhatikan bahwa islam mampu melahirkan ulama-ulama yang multi intelligence. Ketika islam mengalami kejayaan dan mampu mengatur dunia, maka kita lihat ulama-ulama yang memiliki banyak sekali kemampuan dalam konsentrasi ilmu. Selain mereka ahli hadits seringkali mereka adalah orang-orang yang juga ahli dalam ilmu-ilmu science.
Inti dari tulisan ini adalah bahwa kita harus menguatkan budaya keilmuwan dan munguatkan pondasi-pondasi cara kita berpikir, sehingga ilmu apapun yang hinggap di dalam pikiran kita bisa kita cerna secara matang. Karena bisa tau ideologis yang mengusai dunia itu ketika sumber daya manusianya sudha menghormati ilmu.
Sekian, wallahua’lam bishawab
Category: 0 comments

Melangkah dalam Keterbatasan

          Ketika kita hidup dalam kenyamanan dan tanpa kesulitan. Dan dunia terasa datar, bahkan hampir semuanya terpenuhi. Tapi kemudian kita beranjak dewasa tanpa kekuatan. Kemudian melangkah dan seringkali bertindak kemunafikan. Bahkan kekhilafan adalah makanan keseharian. Ya Allah begitu lemahkah kami? Sehingga kami terlalu bersantai dan menjadi tak berarti. Hal-hal kecil kemudian kita perdebatkan.

Hati kemana?
Cinta kemana?
Kesabaran kemana?
Ketulusan kemana?
Kejujuran kemana?
Keikhlasan kemana?
Kesabaran kemana?
Kebersihan jiwa kemana?

      Wajah-wajah kami sudah mulai berubah menjadi hitam karena tak mampu lagi menampung kekotoran jiwa. Mungkin kami melangkah di bumi ini? Karena sudah hilang kepantasan itu. Kehinaan. Ya begitu hina. Tapi berharap dimuliakan.

    Kamu salah. Dia salah. Mereka salah. Terus menyalahkan. Sekalipun tidak hati menyimpan kekotoran dan dendam yang tak terucap. Mungkin melihat senyuman pun terlihat begitu menjijikkan. Siapa yang salah? Apakah ada unsur aku?

Hiduplah wahai jiwa!

      Sungguh masih ada cinta antara kita. Hidupkanlah hati-hati kita. Saksikanlah kebenaran itu milik Allah. Maka kita bersama-sama untuk membangun keharmonisan. Lupakanlah pembenaran atas setiap tindakan yang kita lakukan. Bukan sebuah aib menyatakan kesalahan. Sudah cukup melihat pemandangan tentang kemunafikan. Saya salah. Nyatakan, kemudian tenang.

      Kemudian lahirlah jiwa-jiwa pemberani yang penuh dengan hawa keksatriaan dan menerjang kehidupan. Keluarlah dari kenyamanan. Dan sorotan mata pun bisa menjadi kekuatan. Kemudian jiwa terbang menembus keterbatasan. Ya kebersamaan dalam cinta tanpa keputusasaan. Maka kamilah yang ditakdirkan. Kamilah para pembela yang tak takut pada manusia. Kamilah jiwa-jiwa yang merdeka. Tak ada ketundukan pada manusia kecuali karenaNya. Kamilah dia yang akan hidup dalam ketenangan dan merebut kedamaian. Kamilah api yang takkan padam. Karena terbakar dia terbakar di hati-hati kami. Akan kami serahkan gelora ini pada generasi kami. takkan terpadamkan. Jiwa kami dingin seperti es. Tenang dan takkan tercairkan. Pribadi kami jauh tenggelam dalam kelautan hingga tak ada yang mampu menggapainya. Kesadaran kami luas bak angkasa hingga tak mampu ditidurkan. Kepala kami mendongak. Hati kami hidup. Jiwa kami tersadar.
#CoretanMalam
#PercikanCahaya

Miqdad Ramadhan | 18 Agustus 2014
Category: 0 comments

Persembahan Kecil dariku Untuk Palestina


 "Sesungguhnya mata tak ada artinya ketika hati tak berfungsi, sesungguhnya akal tak ada artinya ketika hati tak berfungsi. Maka lebih seringlah merasakan dengan hati"


            Coba kita perhatikan tingkah laku hewan ketika wilayah teritorial mereka semakin terpenjara. Maka kemungkinan besar mereka akan melakukan pembelaan diri. karena itu manusia bisa di serang. Apakah hewan-hewan itu disalahkan? Tentu tidak. Kita lihat di palestina yang wilayah nya telah digerogoti oleh israel dan rakyatnya pun terpenjara di daerah gaza. Kemudian ketika mereka melakukan perlawanan balik mereka malah di anggap melakukan perbuatan keji dan melanggar. Bahkan mereka di salahkan. Apa yang terjadi dengan dunia saat ini? Apakah hewan sudah menjadi lebih mulia daripada manusia? Sungguh tak terelakan lagi bahwa kebenaran sudah jauh menghilang dari asas kemanusiaan. Dan apakah kebenaran hanya datang dari yang berkuasa? Mereka manusia kawan, makhluk yang paling mulia yang diciptakan. Tapi kenapa mereka bisa dihinakan. Apakah nyawa manusia sudah tak ada artinya lagi?


        Kemana hati? Kemana akal? Tak terkirakan bahwa manusia yang berjalan di bumi ini masih memperdebatkan siapa yang salah. Pembantaian terjadi secara nyata. Dan di depan mata kita. Apa yang ada di kepala kita saat menyaksikan itu semua. Akankah kita diam. Menolong palestina sudah bukan permasalahan agama lagi. Ini adalah pelecehan secara nyata terhadap kemanusiaan. Penghinaan yang sangat besar terhadap hak asasi manusia. Apabila kita masih saja diam maka sudah dipertanyakan kemanusiaan kita. Mungkin jiwa kita sudah mati.



        Disini kita berdiri di bumi yang dianggap surga bagi dunia. Kita memiliki slogan bahwa penjajahan di atas dunia HARUS dihapuskan. Mental ksatria sudah dimiliki oleh para founding father kita. Apakah kita akan menjadi pengecut? Mari hidupkan jiwa-jiwa kita kawan. Tak ada kata diam untuk kezaliman. Sadarkan saudara-saudara kita yang belum paham tentang penjajahan ini mari berkontribusi untuk dunia yang lebih baik lagi ke depannya. Tak ada kata berhenti. Tak ada kata takut. Siapapun yang kita bahkan para penguasa sekalipun. Kebenaran memang harus disuarakan.


         Kita mungkin tidak bisa menghentikan tangisan mereka. Kita mungkin tak bisa menghentikan tank-tank yang berjalan. Kita mungkin tak bisa menghentikan peluru yang sudah melesat. Kita mungkin tak bisa mengentikan bom-bom yang sudah diluncurkan. Kita mungkin tak bisa berbuat banyak. Tetapi kita harus ikut campur atas takdir dunia. Dan lakukan apa yang kita bisa
Category: 0 comments

Edutrip Depdik-Eduwa

Edutrip Depdik-Eduwa hari ini.. 
14 Agustus 2014 

         Bermula di kampus tercinta UNJ kami dari depdik eduwa memulai perjalanan. Hari yang cerah pun mendukung perjalanan kami. Dengan bermodalkan tau-tau dikit tentang jalan kesana kami memberanikan diri untuk menempuh perjalanan. Dan mungkin akan menjadi cerita baru pada akhirnya. Perjalanan yg cukup melelahkan mungkin karena harus berganti angkot berkali-kali. 

        Tetapi semua terbayarkan ketika kami sampai di tempat tujuan. Taraaa.. Kutab Alfatih namanya. Apa sih itu !? Ini adalah sebuah sekolah untuk anak-anak berumur 5-12 tahun. Sebelum lebih lanjut mau bahas sedikit tentang latar belakang namanya nih. " Kuttab" istilah ini berawal sejak zaman Amirul Mukminin Umar ibn Khattab ra. Tetapi sebenarnya sistem nya sudah ada semenjak pasca perang badar. Ketika para tawanan ingin bebas tanpa syarat maka mereka harus mengajarkan anak-anak muslim untuk membaca, menulis dll. Tetapi di legalkan namanya pada zaman Umar ra. Dan nama itu semakin menjamur dan meluas dari zaman tabiat tabiin hingga zaman daulah umayyah, abasiyah. Dan "Alfatih" sendiri berasal dari nama julukan sultan mehmed II yg sudah di takdirkan oleh Allah membebaskan konstatinopel dari sistem zalim. Rasulullah semenjak delapan abad sebelumnya sudah bersabda bahwa konstatinopel akan di bebaskan oleh sebaik-baik pasukan dan sebaik-baik pemimpin. Widihhhh.. dari namanya saja sudah luar biasa nih sekolah. Kuttab Al-fatih 

         Nah.. apa sih yang menjadi pembeda antara kuttab dan sekolah-sekolah lainnya? Sebenarnya dari sistem sudah sangat berbeda. Terlalu panjang sebenarnya kalau saya jelaskan keseluruhan. Saya akan jelaskan sedikit saja deh yaaa. Setelah sebentar melihat kbm di kuttab. Sejak dini anak-anak sudah diajarkan bagaimana seharusnya beradab. Tak tahan saya tersenyum ketika melihat anak-anak kecil yg luar biasa akhlaknya kepada orang dewasa. Ketika menawarkan salam dengan senyum lucu mereka sungguh membangkitkan semangat bahwa masih ada harapan bagi bangsa Indonesia yang lebih bermoral ke depannya. 

      Yang paling penting adalah bahwa kuttab memperhatikan betul dua aspek penting dalam pendidikan yaitu guru dan orang tua. Gurunya pun dilakukan maintanence terus menerus. Sehingga kuttab memiliki pakem kualitas guru seperti apa. Karena guru adalah aset penting dan berpengaruh besar pada kualitas anak.. Bahkan kuttab menyelenggarakan kajian rutin kepada guru-gurunya beberapa kali seminggu. Untuk meningkatkan pengetahuan gurunya. Karena pendidik terbaik adalah yang tak berhenti belajar. Untuk orang tua murid, sebelum memasukkan anaknya ke kuttab harus memahami dulu sistem kuttab seperti apa. Dan juga melakukan beberapa perjanjian khusus dengan pihak sekolah. sehingga orang tua tidak menjadikan sekolah tersebut menjadi sekedar tempat penitipan dan pelepas tanggung jawab. Bahwa pengawasan orang tua bisa menjadi sangat penting bagi aspek kepribadian anak. 
         
          Setelah itu kami berdiskusi cukup lama dengan kepala sekolah Kuttab Alfatih cabang jati asih tersebut. Muhammad Brian Al Rasyid. Kami berdiskusi terkait pendidikan di Indonesia, bahkan dunia. Hingga membahas hakikat pendidikan. Dan juga sistem dan konsep di kuttab. Baik yang teknis maupun non teknis.

        Luar biasa pengalaman hari ini. Begitu banyak hal-hal yang ingin sekali saya sampaikan untuk menyampaikan luar biasanya konsep sekolah tersebut. 

         Ingin tau lebih jelas kunjungi saja web sekolahnya di Www.kuttabalfatih.com

  "Karena ilmu adalah cahaya, jangan rusak ia dengan kegelapan" 
   
   Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca ^^
Category: 0 comments

Satu, Dua, Tiga Cinta

   Satu, Dua, Tiga Cinta

       Menurut pandangan saya banyak orang yang sudah meninggalkan penggunaan energi yang sangat penting dalam kehidupannya. Kita tau bahwa melakukan sesuatu terkadang cukup melelahkan apabila melakukan nya sendiri. Setiap manusia memiliki banyak keterbasan dalam dirinya. Makanya jangan berharap pada manusia. Maka dari itu mulailah kita menyadarkan bahwa ada sebuah energi yang sebenarnya ada disetiap individu tapi tidak dipergunakan. Mulailah menggunakan energi itu. Energi itul adalah cinta. Dan mulailah melakukan nya dengan kemurniaannya.

      Hidupkan energi itu dan mulai lah menggerakkan orang lain atas dasar cinta. Dan bukan memaksa mereka dalam kehendak kita. Kita tau bahwa setiap manusia memiliki kepribadian yang unik. Maka dari itu hidupkan energi cinta untuk mengetahui dimanakah keunikan kepribadian nya sehingga mampu melakukan kejutan potensial terhadap individu tersebut.

    Saat ini banyak ikatan-ikatan yang mengganjal memang. Sistem yang kita jalani dan rutinkan setiap harinya membuat kita terbiasa menjalankan nya tanpa makna. Dan selalu menjadi hal biasa setiap harinya . Kita tau bahwa setiap hari sebenarnya adalah mahal. Tetapi tetap saja kita banyak melalui tanpa banyak pemaknaan. Karena keterbiasaan itulah energi cinta jarang sekali digunakan. Karena memang menghidupkannya membutuhkan waktu yang lama. Dan pembiasaan yang kontinu. Tetapi inilah konsekuensinya.

    Ketika berhasil menghidupkan energi itu dan mampu menyebarkannya di segala penjuru. Maka perhatikan banyak hal yang mampu diciptakan. Melebihi kemampuan individu kita. Karena kita menghidupkan hati-hati manusia. Bayangkan apabila kita tau bahwa manusia melakukan sesuatu dengan hatinya dengan penuh pemaknaan. Maka hal-hal besar akan tercipta dengan sendirinya.

     Maka ketika api energi cinta sudah dinyalakan maka, terpercikkan cahaya ketenangan. Dan ketenangan yang luar biasa yang dapat menyibak langit. Ketenangan bagai riak di lautan tetapi  menyimpan arus deras di dalamnya. Ketenangan yang integral dalam setiap tindakan. Dan penuh pemaknaan,

#PercikanCahaya
Miqdad Ramadhan | 07 Agustus 2014

Category: 0 comments

Kepuasan dari Sebuah Perjuangan



Kepuasan dari Sebuah Perjuangan
                “Tulisan ini ditujukan untuk adik-adik kelas ku yang tecinta #ceilaahh”

                Sebelumnya saya akan memperkenalkan sebuah kata yang sudah kita kenal tapi belum kita mengerti, yaitu “perjuangan”.Perjuangan memiliki makna yang berbeda bagi tiap individu. Ada yang merasa sudah berjuang, ada yang merasa belum berjuang , ada yang merasa sudah berjuang tetapi selalu belum merasa cukup untuk berjuang alias “unstoppable.”
                Nah, perjuangan itu menjunjung tinggi yang namanya proses bukan hasil. Semua orang pasti memiliki tujuan tapi perjuangan sendiri memiliki makna proses bisa hasilnya cepat bisa lama bisa di wujudkan oleh generasi setelah kita. Kita boleh berorientasi, malah itu diharuskan. Tapi letak orientasi itu di awal bukan seperti mimpi di siang bolong yang tak jelas pangkal dan ujungnya. Awal kita memiliki mimpi , tapi di perjalanan kita harus memikirkan bagaimana mendapatkannya. Karena itu kita harus selalu membuat Visi dan Misi.
                Untuk membahas proses yang bisa berjalan sangat panjang tadi, yang kita butuhkan adalah nafas yang panjang dan stamina yang kuat. Saya banyak melihat manusia yang memiliki mimpi yang muluk-muluk alias ketinggian tapi tak memiliki ketahanan diri pada akhirnya jatuh di tengah jalan. Sifat yang harus di miliki untuk  ketahanan ini adalah kesabaran. Kesabaran yang unlimited.
                Kita juga harus tau setiap hasil itu didapatkan dari sebuah usaha. Saya sendiri lebih bersyukur mendapatkan hasil yang sesuai dengan usaha saya. Seperti mendapatkan nilai sesuai kemampuan saya. Sebagian orang akan berusaha mendapatkan nilai yang tinggi tetapi melupakan “kejujuran” alias nyontek. Mungkin untuk orientasi nilai itu berhasil melonjakkan nilai kita. Tetapi untuk kualitas diri itu menjadi nol alias tak bernilai sama sekali.
                Saya juga akan menjelaskan sesuatu, ini tentang hukum “kekekalan energi” . “Energi masuk=Energi keluar “ atau “Faksi=Freaksi” . Nah, dilihat dari hukum ini kalian harus sadar setiap usaha yang kita lakukan itu akan sesuai dengan hasil yang kalian dapatkan. Apabila ada yang mendapatkan nilai tidak karena usahanya sendiri (ingat usahanya belajar)  maka suatu saat akan di tagih energi sesuai dengan yang kalian dapatkan bisa kita sebut “hutang energi” . Misalnya “Wah, saya dapet nilai tinggi padahal ga belajar” . Bolehlah dia mendapatkan nilai tinggi tapi setelah itu dia akan kerepotan mengejar ke tidakmengertian tentang materi plajaran.
                Jadi, jangan pernah  berhenti untuk berjuang karena setiap perjuangan pasti akan memberikan hasil. Contoh kita membaca buku (selain buku pelajaran) mungkin setelah selesai membaca tak merasakan hasilnya. Tapi tunggu beberapa saat, ilmu dari buku tersebut pasti  akan berguna.
               
Terakhir, perjuangan itu akan menghaslkan kepuasan. Kepuasan karena perjuangan itu tidak dapat dinilai kenikmatannya. Apalagi kepuasan di surga nanti karena perjuangan saat masih di dunia. Karena itu jangan pernah berhenti berjuang. SEMANGAT!
Miqdad Ramadhan | 6 Juli 2013
Category: 0 comments

Persamaan dan Perbedaan



Persamaan dan Perbedaan
“Perbedaan itu adalah kepastian tapi membangun persamaan butuh perjuangan”
                Harus kita tau bahwa manusia memiliki sifat dan tabiat yang berbeda setiap individunya. Nah, apabila kita telusuri, ini adalah keajaiban yang luar biasa apabila peradaban manusia bisa berjalan dengan harmonis. Bagaimana cara mewujudkan keajaiban tersebut?
                Yang perlu kita pahami sekarang adalah manusia tak akan ada yang sama walaupun kembar identik sekalipun pasti memiliki perbedaan. Untuk itulah daripada kita sibuk mencari perbedaan (pasti akan ada perbedaan ) lebih baik kita mencari kesamaan. Perbedaan itu adalah kepastian tapi membangun kesamaan butuh perjuangan.
                Sekarang, kenyataan manusia berbeda terlalu sibuk mencari perbedaan. Yang kita ketahui bahwa umat islam saat ini begitu banyak tetapi bagaikan buih di lautan. Seperti hadits nabi SAW bahwa suatu saat umat manusia ini banyak tetapi bagaikan santapan bagi orang yang lapar. Itu dikarenakan satu kata yang hilang atas setiap individu yaitu “persatuan”
                Setiap manusia pasti memiliki karakter yang berbeda , dan pasti juga memiliki ide, pemikiran dan kemampuan yang berbeda. Untuk itulah islam mengajarkan ada yang namanya musyawarah. Karena setiap yang kita anggap baik belum tentu baik bagi orang lain.
                Setelah bersinggungan dengan banyak manusia kita mungkin akan mengetahui bahwa setiap manusia pasti akan bermanfaat bagi kita dan bagi agama kita. Daripada kita hanya menilai keburukan orang lebih baik kita menebar cinta dan memberikan teladan. Jangan sibuk mengurus kesalahan manusia lebih baik kita menilai kelebihan mereka.
               Manusia memiliki tingkatan sosialnya masing-masing ada yang sarjana, professor, doctor, lulusan SMA, lulusan SMP, lulusan SD bahkan ada yang tidak bersekolah. Perlu kita pahami tak mugkin  yang hanya lulusan SD mengerjakan apa yang bisa dikerjakan oleh professor. Karena itu kita tak mungkin memaksakan seseorang bisa menjadi yang seperti harapkan. Lebih baik kita membimbing manusia tetap dalam lingkungan kebaikan.
                Persatuan itu adalah nikmat yang tak terkira. Persatuan adalah hadiah dari Allah SWT. Yang kita tau ketika Khalid bin Walid dicopot dari jabatan panglima taka da niatan untuk memberontak dalam dirinya karena jiwa bersatu itu sangat ada dalam dirinya hingga berkata “Saya berperang bukan untuk Umar tetapi untuk Allah dan RasulNya”.
                Persatuan ini lah kelebihan umat terbaik generasi sahabat Rasulullah SAW . Walaupun jumlah sedikit tapi setiap individu benar-benar memili jiwa pemersatu hingga peperangan melawan jumlah yang lebih banyak pun selalu dimenangikan oleh Allah SWT

 Dan terakhir, salah satu syarat agar menjadi umat terbaik adalah setiap individu memiliki jiwa pemersatu. Apabila sudah memiliki jiwa pemersatu maka apapun konflik yang terjadi tetap terjadi keharmonisan. Karena hanya dengan bersatu kita bisa mewujudkan kemenangan yang sebenarnya. Dan bukan kemenangan yang besifat metafora dan semu. Tetapi kemenangan yang hakiki.
Surat An Nashr dan Terjemahannya


إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ ١
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا ٢
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا ٣

Artinya:
1. apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
2. dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
Janji Allah benar adanya!!
Miqdad Ramadhan @miqdadrmdhn | 06 Juli 2013
Category: 0 comments