Miqdad Ramadhan
Aku berjalan pulang melewati jalanan kemunafikan. Langkah kakiku tertahan melihat senyuman-senyuman yang tak bernyawa. Aku terdiam menyaksikannya untuk sementara waktu. Aku melihat mereka semakin lama semakin tenggelam di dalam canda tawanya. Dan mereka tertawa terbahak-bahak. Aku termenung sejenak. Kemudian aku bertanya dalam hati, “Apakah mereka benar-benar hidup?”



                Akupun berjalan melalui mereka. “Buat apa aku memikirkan mereka”, gumamku. Biarkan sajalah mereka tertawa di dalam kebohongan.  Pemandangan seperti ini juga sering terlihat setiap harinya. Biarkan saja berlalu. Akupun berlari sedikit. Teringat barang belanjaan di tanganku sudah ditunggui ibuku.
0 comments | | edit post
Reactions: 
Miqdad Ramadhan
Malam ini, ketika baru pulang dari rumah seorang sahabat. Saya terjebak. Uang terbatas. Metromini pun sudah menghilang. Ahh.. frustasi sudah. Nanya tukang bajaj. "30 ribu de"
Nanya tukang ojek. "35 ribu mas" yakalii.. makan buat besok aja ga ada..

Di dalam kebimbangan seorang tukang ojek mengatakan.
"Punya berapa mas?"

" 15 ribu deh pak, buat makan besok juga"



Akhirnya si bapak mengiyakan.Di saat perpisaha  kita. Saya mendo'akan keberkahan atas si bapak. Karena hanya itu yang bisa saya sampaikan. Membalas kurangnya bayaran yang saya berikan.




0 comments | | edit post
Reactions: 
Miqdad Ramadhan

"Apakah kau sekadar debu?

Kencangkan simpul pribadimu
Pegang selalu wujudmu yang alit
Betapa keagungan memulas pribadi seseorang
Dan menguji cahayanya di kehadiran suria

Lalu pahatkan kembali rangka lama kepunyaanmu

Dan bangunlah wujud yang baru Wujud yang bukan semu
Atau pribadimu cuma lingkaran asap"

-Muhammad Iqbal
0 comments | | edit post
Reactions: 
Miqdad Ramadhan
"Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan? Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, Kemudian dia memikirkan sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: "(Al Qur'an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)." (Al-Mudatsir: 18-30)

Walid bin Mughirah (ayahnya Khalid bin Walid) adalah orang yang sempat mengatakan  mengatakan bahwa Al-Qur'an bukanlah perkataan manusia,setelah mendengarkan Al-Qur'an.Setelah rapat akbar para petinggi Quraish Walid bin Mughirah pun mendaklarisakan pendapatnya bahwa Al-Qur'an hanyalah sihir belaka. Dan akhirnya hatinya mennjadi sombong dan berakhir di dalam kekafiran.

Apalah yang dikepala Khalid bin Walid saat membaca ini. Sudah jelas di dalam ayat tersebut menyebutkan secara gamblang bahwa ayahnya masuk ke dalam neraka saqar. 

Aduhai indahnya generasi yang telah Rasulullah ciptakan sehingga bisa tercipta generasi yang bisa menahan ujian tersebut. Andaikan kita dihadapkan di dalam realita tersebut?

Tak Taulah..

Wahai Khalid aku yakin iman mu tak kalah tajam dibandingkan pedangmu

3:36
Bogor, 22 Juli 2015   

 
0 comments | | edit post
Reactions: 
Miqdad Ramadhan
“Cinta memang harus berkembang jadi kata. Sebab itu membuatnya nyata. Dan meyakinkan.”
0 comments | | edit post
Reactions: 
Miqdad Ramadhan
Suatu konsep tercipta dari susunan kata
Kata-kata pun bukanlah sesuatu yang realistis
Maka tak ada perubahan hanya dengan kata-kata

Tetapi kata-kata adalah sesuatu yang bisa menyentuh hati dengan lemah-lembut
Kata-kata adalah suatu alat yang bisa memancing perbuatan
Kata-kata yang dirangkai dengan kekuatan iman dan kekuatan kesabaran
Maka akan memunculkan pergerakan
Seandainya kata-kata ini menjadi hampa dan tidak ada rasanya
Maka akan ku sempurnakan kata-kata ini dengan kebersihan jiwa

Maka bergeraklah kata-kata ini ke dalam jiwa-jiwa yang bersih hatinya
Maka dengki dan kesombongan yang tertanam dicerabut hingga ke akarnya
Terbangkanlah kata-kata itu dengan sayap keimanan
Menembus langit-langit keterbatasan

Andaikan aku terdiam sejenak di dalam keterbatasan tapi aku mengharapkan kata-kata ku tetap bergerak dan melintasi alam semesta, Sehingga bukan hanya menjadi aku maka akan menjadi kita

Maka aku  di malam yang hening ini aku terdiam..

“Kekuatan jiwa itu terekspresikan dalam tekad membaja yang tak pernah melemah, kesetiaan teguh yang tidak tersusupi pengkhianatan, pengorbanan yang tidak terbatasi oleh keserakahan dan kekikiran, pengetahuan dan keyakinan, serta penghormatan yang tinggi terhadap ideologi yang diperjuangkan” -Hasan Al Banna

Akankah dunia ini lebih indah?


0 comments | | edit post
Reactions: 
Miqdad Ramadhan


Saya benci dunia ini. Tuntutan yang kau minta selalu semu dan tak sempurna. Tapi tuntutan mu memenuhi hati. Tuntutan-tuntutan yang kau berikan sungguh menjadi hal yang akhirnya melupakan orang pada hal-hal akhirat.
Selanjutnya... »
0 comments | | edit post
Reactions: